Rabu, 18 November 2015
Arti sebuah kesabaran
Arti Sebuah Kesabaran yang Sebenarnya

Kembali membuka tirai kehidupan yang sebenanya. Berusaha memperjelas pandangan yang masih kabur dalam kehidupan. Mencoba memahami hari demi hari yang telah terlewati. Menggali misteri- misteri yg masih terpendam, serta mengeluarkannya dalam bentuk serpihan- serpihan ilmu agar mudah dipahami.
“Kesabaran..” Ya. Sebuah kata yang sering kali kita ucapkan. Kata yang menjadi penghibur hati, saat deburan masalah dan cobaan menghampiri. Sebuah kata yang menjadi penenang jiwa, saat gundah gulana melanda. Namun, tahukah Anda arti “Kesabaran yang Sebenarnya.?”
Banyak teman kita yang tidak merasakan kebahagiaan dalam menjalani hidup ini karena kurangnya rasa syukur dan sabar. Padahal, suatu kebahagiaan dibangun dengan 2 landasan, yaitu syukur dan sabar. Sabar bukanlah diam tanpa kata. Sabar bukanlah diam menunggu berlalunya sesuatu. Dan sabar bukanlah sikap pasrah dalam menghadapi sesuatu.
Namun “Kesabaran yang Sebenarnya” adalah: sifat itiqomah, disertai keimanan dan ketaqwaan saat menjalani rangkaian cobaan dalam mahligai kehidupan, baik itu kesedihan maupun kebahagiaan. Banyak orang yang belum memahami arti sebuah ‘Kesabaran yang Sebenarnya’, sehingga mereka mengatakan: “Kesabaran itu ada batasnya”. Padahal sabar itu tanpa batas. Kesabaran akan terus bertambah seiring dengan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt.
Hal ini pernah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw. Disaat beliau berjuang menyebarkan agama islam dengan kelembutan hatinya, banyak orang- orang kafir yang memusuhinya. Nabi Muhammad diancam, dicaci, diludahi, bahkan dilempar dengan kotoran sekalipun. Namun beliau tetap tersenyum dan tidak menaruh dendam sedikitpun, sehingga ia mendapatkan gelar ‘Ulul Azmi’, karena mempunyai tingkat kesabaran dan ketabahan yang luar biasa.
Bagaimana dengan keadaan kita sekarang..? Saat segelintir cobaan menerpa, kita langsung mengeluh dan putus asa. Padahal, tahukah Anda.? Bahwa cobaan yang kita hadapi ini belum ada apa- apanya, karena sesungguhnya cobaan dan ujian terberat dialami oleh para Nabi dan Rosul.
Sa'ad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?" Nabi saw menjawab: "Para nabi, kemudian yang menyerupai mereka dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Jika agamanya tipis (lemah) dia diuji dengan ringan dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus- menerus hingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa- dosa”. (HR. Bukhari)
Rosulullah pun bersabda: “Ketahuilah, apa yang luput dari kamu adalah sesuatu yang pasti tidak mengenaimu, dan apa yang akan mengenaimu pasti tidak akan meleset dari kamu. Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan kesabaran. Kelonggaran bersamaan dengan kesusahan dan datangnya kesulitan bersamaan dengan kemudahan”. (HR. Tirmidzi)
Allah juga berfirman dalam Q.S Al Anfaal: 66, “Jika ada diantaramu 100 orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 200 orang; dan jika diantaramu ada 1000 orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan 2000 orang, dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang- orang yang sabar”.
Allah bahkan memberikan penghargaan yang luar biasa kepada orang- orang yang sabar dalam firmannya: "Salamun 'alaikum bima shabartum" (Selamat atasmu karena kesabaranmu), maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (Q.S Ar Ra’d: 24). Sabar telah menjadi kunci kesuksesan dalam mengarungi deburan ombak kehidupan. Karena sabar menjadi senjata kita untuk meraih datangnya pertolongan Allah swt.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang yang sabar”. (Q.S Al Baqarah: 153). Bagaimana dengan Anda..??
Masihkah Anda mengatakan bahwa ‘Kesabaran itu ada batasnya.?’ Dan sudahkah Anda menjadi manusia- manusia tangguh yang mempunyai ‘Kesabaran yang Sebenarnya..? Waktu masih panjang, dan jalan yang harus ditempuh masih jauh. Jadi masih ada waktu untuk berbenah diri, dan mencari serta melakukan apa yang terbaik di Dunia ini, ‘hidup ini tidak hanya sekali’. Maka janganlah kita menyesal di kemudian hari. Amiin…
Rabu, 21 Oktober 2015
sahabat sejati
SAHABAT SEJATIKU
Kian lama hidup yang ku jalani
selalu bersama mu sahabat ku
susah sedih senang yang ku rasakan
bersama mu sahabat ku
Sahabat
begitu banyak kenangan yang kita lalui
ke bahagian yang selalu kita rasa bersama
namun musnah dengan sekejap
telah di renggut oleh maut yang tak terduga
Sahabat
kini kau telah pergi meninggalkan ku
meninggalkan semua kenangan kita
menyimpulkan sebuah air mata
yang terjatuh di pipi ku
Sahabat
meski kini kita tak bersama
meski kita telah berbeda kehidupan
namun kita tetap satu dalam hati dan cinta
karena kau sahabat sejati ku
Selamat tinggal sahabat ku
selamat jalan sahabat sejati ku
cinta kasih mu kan selalu satu di hati ku
selamanya ………
Kian lama hidup yang ku jalani
selalu bersama mu sahabat ku
susah sedih senang yang ku rasakan
bersama mu sahabat ku
Sahabat
begitu banyak kenangan yang kita lalui
ke bahagian yang selalu kita rasa bersama
namun musnah dengan sekejap
telah di renggut oleh maut yang tak terduga
Sahabat
kini kau telah pergi meninggalkan ku
meninggalkan semua kenangan kita
menyimpulkan sebuah air mata
yang terjatuh di pipi ku
Sahabat
meski kini kita tak bersama
meski kita telah berbeda kehidupan
namun kita tetap satu dalam hati dan cinta
karena kau sahabat sejati ku
Selamat tinggal sahabat ku
selamat jalan sahabat sejati ku
cinta kasih mu kan selalu satu di hati ku
selamanya ………
cara merubah kebiasaan buruk dalam hidup
11 Cara Mengubah Kebiasaan Buruk Dalam Hidup
Bagaimana perilaku kehidupan Anda setiap
harinya? Baik atau burukkah perilaku Anda terhadap orang lain? Memang dalam
merubah kebiasaan tidak mudah jika tidak ada niat yang besar dalam diri kita.
Para ahli mengatakan bahwa sesungguhnya otak manusia
terdiri neuron-neuron yang bekerja bersama dan menjalin kesatuan, dengan pola
yang sama dari waktu ke waktu. Anda mengenalnya sebagai kebiasaan. Tapi jangan
khawatir, otak Anda dapat ‘dipaksa’ membangun sel-sel baru dan membentuk jalan
menuju perilaku dan kebiasaan baru. Berikut ini 11 cara
merubah kebiasaan dalam hidup Anda agar terjadi perubahan-perubahan yang
baik dalam menjalani kehidupaan Anda sehari-hari:
- Buat resolusi Anda tidak bisa ditawar-tawar lagi. Lakukan komitmen yang telah Anda janjikan pada diri Anda sendiri, dan buatlah sedemikian rupa agar Anda tak memiliki pilihan lain selain melakukan hal yang sudah Anda janjikan.
- Memudahkan Diri Anda untuk Melakukan Tindakan. Apakah tujuan hidup Anda nyata? Kebanyakan orang gagal karena sulit mengubah tujuan menjadi nyata. Untuk berhasil, Anda harus tahu apa tindakan yang akan Anda lakukan. Misalnya, resolusi Anda adalah ingin memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai. Terjemahkan ke dalam aksi yang nyata, seperti Anda akan menyisakan setengah jam sehari untuk berjalan-jalan.
- Buatlah StrategiUntuk Mengatasinya. Apa alasan utama Anda saat tidak menepati janji terhadap resolusi Anda? Lupa? Sibuk? Hilang semangat? Atau tak tahu bagaimana memulainya? Buat daftar alasan-alasan yang biasa Anda kemukakan.
- Manfaatkan Deadline Sebagai Pemicu. Sebagian besar dari Anda seringkali terpacu untuk melakukan sesuatu setelah deadline semakin dekat.Buatlah deadline yang membuat Anda bertindak, entah itu wawancara kerja, reuni atau hari pernikahan.Niscaya semangat Anda terpacu untuk sungguh-sungguh melakukan perubahan sebelum hari-H tiba.
- Buat Jadwal. Jadwalkan apa yang ingin Anda lakukan. Tulis dalam agenda Anda, perlakukanlah selayaknya janji yang Anda buat dengan seseorang yang penting dalam hidup Anda. Jadwalkanlah dengan spesifik, kapan dan berapa lama Anda akan melakukannya.
- Lakukan Setiap Hari. Semakin Anda menjadikan janji Anda sebagai bagian dari keseharian, Anda akan memperlakukan hal itu sebagai rutinitas, sehingga tanpa terasa Anda melakukannya begitu saja tanpa beban lagi.
- Pantau Perilaku Anda. Penilaian menunjukan bahwa perilaku yang terekam dalam tulisan akan membantu Anda menjadi lebih baik. Misalnya, dengan menuliskan seberapa sering Anda bersikap khawatir terhadap apa yang Anda hadapi, dan sebagainya.
- Fokuskan Pada Horison. Lihat seberapa jauh Anda telah melangkah, buka seberapa jauh lagi jarak yang harus Anda tempuh. Hal ini akan memberi Anda kekuatan untuk terus melangkah. Luangkan waktu sejenak untuk merefleksikan apa yang telah berhasil Anda lakukan. Jadikan itu sebagai pemacu untuk tetap melanjutkan ‘perjuangan’ Anda.
- Cari Rolemodel. Bayi belajar dengan meniru, mengapa orang dewasa tidak? Temukanlah seseorang yang dapat menjadi contoh Anda melakukan perubahan. Apa yang ia lakukan dan tidak Anda lakukan? Jangan malu untuk bertanya kunci kesuksesan perubahannya. Sebagian besar orang senang jika dijadikan teladan.
- Ajari Orang Lain. Jalan terbaik untuk menyatukan diri dengan kebiasaan baru adalah dengan menjadi seorang mentor. Dengan mengajari orang lain, Anda akan terpacu untuk meningkatkan kualitas diri.
- Perlakukan Diri Secara Wajar. Lakukanlah yang terbaik. Pada saat tertentu Anda akan kehilangan orientasi atau membuat resolusi Anda berantakan. Saat itu terjadi, perlakukan diri Anda dengan wajar. Jangan tenggelam dalam rasa malu atau bersalah. Segeralah bangkit kembali.
Selasa, 20 Oktober 2015
pantai bandengan jepara
Pantai Tirta Samudera, biasa disebut sebagai Pantai Bandengan.
Kali ini kita sedikit ke timur dari Semarang,
ke sebuah pantai di Jepara, tak terlalu jauh dari Kota Semarang. Pantai
ini bernama Pantai Bandengan yang ada di desa Bandengan, kecamatan
Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai yang terletak di pesisir
pantai utara Jawa ini menjadi salah satu tempat wisata yang cukup
menarik untuk dikunjungi. Pada musim liburan, pantai Bandengan ini
selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Sebutan nama Pantai Bandengan ini erat kaitannya dengan salah satu
legenda asal usul kepulauan pulau karimunjawa, yand dalam legenda
dikisahkan Amir Hasan putra Sunan Muria yang diperintahkan untuk pergi
memperdalam dan sekaligus mengembangkan ilmu agama ke Kepulauan
Karimunjawa. Ketika sampai di pantai ini, mereka menemukan banyak Ikan
Bandeng sehingga wilayah itu dinamakan Desa Bandengan yang lantas
pantainya biasa juga disebut sebagai Pantai Bandengan.
Pantai ini sebenarnya bernama Pantai Tirta Samudera atau Pantai Tirto
Samudro yang merupakan salah satu obyek wisata unggulan di Jepara, kota
kelahiran salah satu Pahlawan Nasional R.A. Kartini. Pantai ini airnya
jernih dan berpasir putih ini berjarak sekitar 7 KM dari pusat kota
Jepara. Dahulu Pantai Bandengan ini dikelola warga sekitar, dan mulai
tahun 1987 pengelolaannya di ambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Jepara
dengan tetap memprioritaskan pemberdayaan masyarakat setempat. Pantai
ini cocok untuk menjadi tempat wisata pantai seperti berenang,
berperahu, bermain voli pantai atau sekadar bersepeda di pinggir pantai.
Satu lagi yang menarik yakni hamparan pepohonan yang rimbun dan hijau di
sekitar pantai yang membuat suasana di Pantai Bandengan begitu sejuk
dan nyaman. Keindahan pantai di sini sebenarnya tak kalah dibandingkan
dengan keindahan pantai di Bali. Jika lelah dan ingin beristirahat, di
Pantai Bandengan ini terdapat resort yang dapat dijadikan tempat
menginap. Setelah beristirahat malam hari, pada pagi hari Anda juga
dapat menikmati sajian panorama matahari terbit di Pantai Bandengan.
Langganan:
Postingan (Atom)